Aliran Dalam Lukisan

Realisme

Obyek lukisan pada aliran ini diambil dari suasana nyata dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengadakan sedikitpun imajinasi atau perubahan. Pelukis realisme berupaya agar lukisannya tampak ‘hidup’ dalam situasi yang sebenar-benarnya dan tidak ada hal-hal yang disembunyikannya.

Tokoh pelukis realisme : Sudjojono, Dullah, Itji Tarmizi, Gustave Courbet, Jean-Francois Millet

 

Surrealisme

Lukisan dengan aliran ini memiliki ciri khas yang berkesan penuh dengan fantasi dan tidak logis seperti bentuk-bentuk yang muncul dalam mimpi.

Tokoh pelukis surrealisme : Salvador Dali, Andre Masson, Sudibio

 

Naturalisme

Aliran yang melukiskan obyeknya sesuai dengan keadaan alam. Pada aliran ini, pelukis berusaha agar obyek lukisannya persis atau setepat mungkin saat mata kita melihat keadaan yang sesungguhnya sebagai contoh diantaranya pewarnaan, proporsi, perspektif.

Tokoh pelukis naturalisme : Rembrandt, Rudolf Bonnet, Basuki Abdullah, Wakidi, Rustamaji

 

Romantisme

Ciri khas lukisan pada aliran ini adalah usaha memperlihatkan sisi romantis serta keindahan pada tiap-tiap obyeknya. Tema lukisan romantisme berhubungan dengan situasi dalam kehidupan seperti tragedi, cinta kasih, perjuangan dimana obyek pemandangan alam sering digunakan sebagai latar belakang lukisan.

Tokoh pelukis romantisme : Raden Saleh, Theobore, Eugene delacroix

 

Impresionisme

Pelukis pada aliran ini berupaya memperlihatkan kesan yang tertangkap dari obyek. Sebagian pelukis impresionisme lebih memilih warna yang timbul akibat bias cahaya untuk ditampilkan dalam karyanya sementara orang pada umumnya lebih mementingkan garis.

Tokoh pelukis impresionisme : Auguste Renoir, Claude Monet, Kusnadi

 

Ekspresionisme

Aliran ini memperlihatkan sensasi dari dalam atau luapan emosional yang umumnya emosi marah atau sedih ketimbang emosi bahagia pada lukisan. Pelukis ekspresionisme mendistorsi kenyataan menjadi kebebasan distorsi warna dan bentuk  sehingga melahirkan lukisan yang penuh dengan emosi.

Tokoh pelukis ekspresionisme : Affandi, Popo Iskandar, Hendra Gunawan, Vincent Van Gogh, Karl Schmidt.

 

Abstraksionisme

Lukisan abstrak tidak menampilkan obyek seperti pada dunia asli melainkan menggunakan bentuk dan warna dengan cara non representasional yuang mewakili perasaaan pelukis. Suatu unsur yang dianggap dapat memperlihatkan sensasi hebat keberadaan obyek lukisan akan diperkuat dengan tujuran agar dapat menggantikan unsur bentuk yang porsinya dikurangi. Lukisan abstraksionisme umumnya hanya berupa bidang, garis, warna dan unsur lain.

Tokoh pelukis abstraksionisme : Amri Yahya, Adolph Gottlieb, Hans Hartum.

 

Kubisme

Pada aliran kubisme, obyek lukisan berisi bentuk-bentuk geometris seperti kubus guna menampilkan sensasi tertentu.

Tokoh pelukis kubisme : Pablo Picasso, Metzinger, Mochtar Apin

 

Futurisme

Obyek lukisan pada aliran ini ditampilkan dalam keadaan seperti sedang bergerak. Futurisme mengutamakan gerak dimana obyek digambarkan berkali-kali dengan sama secara perspektif.

Tokoh pelukis futurisme : Umberto Boccioni, Carlo Carra, Giacomo Balla

 

Dadaisme

Aliran ini menampilkan lukisan yang dilukis tanpa ilusi dan nilai estetika dan terkesan tidak adanya nilai sosial. Selanjutnya bentuk yang kemudian terungkap adalah bentuk main-main, tanda-tanda merusak dan seperti kekanak-kanakan.

Tokoh pelukis dadaisme :  Max Ernst, Paul Klee, Tristan Tzara, Kurt Schwitters

 

Klasikisme

Aliran klasik mulai berkembang di Perancis pada abad ke-9. Sesuai dengan sebutannya ‘klasik’ mengacu kepada kejadian di masa lampau pada era kejayaan, kehebatan dan kemasyuran yang sampai saat ini efek tersebut masih diakui. Keadaan tersebut diyakini mempunyai mutu tinggi sehingga dijadikan ukuran kesempurnaan yang abadi. Oleh karenanya, sesuatu yang dianggap klasik akan abadi sampai kapanpun seolah tak dipengaruhi oleh perubahan zaman. Lukisan dengan ciri klasikisme terlihat indah, dekoratif dan terkesan berlebihan serta dibuat-buat.

Tokoh pelukis klasikisme : Amri Yahya, Delsy Syamsumar, Kartono Yudokusumo.

 

Pointilisme

Aliran pointilisme merupakan teknik melukis yang menggunakan kumpulan dari titik-titik kecil  beberapa warna yang jika dipandang dari jarak tertentu akan tercipta suatu lukisan yang artistik.

Tokoh pelukis pointilisme : Georges-Pierre Seurat, Rijaman

 

Kontemporer

Aliran ini berhubungan dengan adanya modernisasi dimana pelukis bebas berekspresi tanpa terikat oleh aturan-aturan. Ciri khas kontemporer adalah turut dimasukkannya teknologi masa kini dalam karya lukisan. Lukisan Kontemporer terlihat dinamis, imajinatif dan sarat akan kercerdasan kreatif serta ide-ide baru.

Tokoh pelukis kontemporer : Jim Supangkat, Joni K Soaloon, Vladimir Kush

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Jual lukisan online merupakan galeri lukisan dan toko lukisan online dengan koleksi terbaik